Sistem Pendidikan

Penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di Fakultas Sastra Universitas Udayana sejak tahun 1979, sesuai dengan SK Rektor Universitas Udayana No. 162/PT.17/A. 18/80, sudah menerapkan sistem kredit. Sistem kredit yang diterapkan belum berupa sistem kredit penuh tetapi sistem kredit semester karena fasilitas yang belum memadai.

Sistem kredit

Sistem kredit adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan memberikan suatu beban studi kepada para mahasiswa untuk mencapai pendidikan tertentu yang diwujudkan dalam bentuk sejumlah kredit.
Kredit adalah angka yang diberikan berdasarkan ukuran waktu kerja terhadap seperangkat kegiatan yang diselesaikan dengan hasil baik dalam rangka program studi seseorang mahasiswa. Waktu kerja terhadap seperangkat kegiatan yang sepadan dengan bobot nilai 1 SKS (satuan kredit semester) meliputi komponen berikut :

 

  • 1 jam (1 jam = 50 menit) kegiatan tatap muka yang terjadwal; ditambah
  • 1 (satu) sampai 2 (dua) jam kegiatan akademik terstruktur; dan
  • 1 (satu) sampai 2 (dua) jam kegiatan akademik mandiri
  • Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM)

    1. Pada awal kuliah setiap pengajar wajib menyampaikan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) kepada mahasiswa, yang meliputi komponen di bawah ini :

    • Tujuan yang akan dicapai
    • Pokok atau subpokok bahasan yang akan dibicarakan
    • Teknik penyampaian
    • Cara penilaian keberhasilan mahasiswa
    • Informasi kepustakaan
    • Hal-hal lain yang perlu disampaikan secara terbuka kepada mahasiswa

    2. Tata Tertib Perkuliahan

    • Mahasiswa wajib mengikuti perkuliahan secara tertib dan teratur menurut ketentuan yang berlaku, agar proses perkuliahan dapat berlangsung secara kondusif.
    • Pada setiap kali perkuliahan, pengajar wajib mengecek kehadiran mahasiswa, dan mahasiswa mencatat kehadiran pengajar serta pokok bahasan sesi bersangkutan.
    • Daftar kehadiran mahasiswa disimpan serta dievaluasi oleh pengajar bersangkutan, sedangkan kehadiran pengajar dievaluasi pada setiap hari Sabtu oleh koordinator kelas atau petugas yang ditunjuk, kemudian diserahkan kepada Ketua Jurusan untuk dipantau dan diambil kembali pada hari Senin pagi.
    • Mahasiswa yang tidak hadir pada suatu perkuliahan wajib menyampaikan surat kepada dosen, yang isinya menyangkut alasan ketidakhadirannya.
    • Mahasiswa wajib mengikuti perkuliahan (tatap muka) minimal 75% (dalam satu semester). Kecuali karena suatu hal diluar kemampuannya (sakit) yang disertai dengan surat keterangan sah, minimal harus hadir 50%. Mahasiswa yang tidak memenuhi syarat tersebut di atas tidak diperkenankan ikut ujian.
    • Mahasiswa wajib menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh dosen. Mahasiswa yang tidak memenuhi ketentuan ini maka hasil ujiannya ditahan dan pada daftar nilai diberikan huruf T (tunda). Apabila tugas yang diberikan oleh pengajar kepada mahasiswa belum disetor satu minggu setelah ujian berlangsung maka ujiannya dinyatakan gagal.
    • Jika karena alasan-alasan tertentu atau kegiatan lain perkuliahan tidak dapat dilaksanakan menurut jadwal, pengajar wajib mengadakan kuliah penggantinya.
    • Mahasiswa yang tidak hadir pada saat ujian karena alasan sakit atau sejenisnya, atau karena pelaksanaan ujian yang bersamaan antara mata kuliah satu dengan yang lainnya, maka yang bersangkutan dapat diberikan ujian susulan dengan seijin Ketua Jurusan, dan mahasiswa harus meminta ijin sebelum ujian dilaksanakan. Ujian susulan dapat dilaksanakan paling lambat sebelum batas waktu penyerahan nilai yang ditentukan. Jadwal pelaksanaan diatur oleh dosen bersangkutan.
    • Mahasiswa yang mengikuti kuliah wajib berpakaian rapi dan sopan (tidak diperkenankan memakai T-Shirt dan sandal).

    One thought on “Sistem Pendidikan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.