Kuliah Bersama FIB Unud dengan Asia Institute University of Melbourne Ditutup di Museum Puri Lukisan Ubud

Dekan FIB Unud Prof. Ni Luh Sutjiati Beratha,M.A. menyerahkan sertifikat saat penutupan kuliah bersama, Jumat 26 Januari 2018.

Setelah berlangsung hampir tiga minggu, kuliah bersama ‘Analysing Indonesia’ atau Program of Indonesian Analysis (PIA) berakhir Jumat, 26 Januari 2018 di Museum Puri Lukisan, Ubud. PIA adalah sebuah program kuliah bersama hasil kerja sama Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Udayana dengan Asia Institute, University of Melbourne (Klick Acara Pembukaan).

Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha,M.A. menutup kuliah bersama itu ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada peserta. Hadir pada saat acara penutupan adalah para dosen dari FIB Unud dan dari University of Melbourne, serta mahasiswa yang mengikuti kuliah PIA.Acara penutupan yang berlangsung tepat pada Hari Nasional Australia (26 Januari) juga dirangkaikan dengan kunjungan ke Puri Ubud dan melihat koleksi lukisan klasik Bali di Museum Puri Lukisan. Mahasiswa mengikuti semua acara secara antusias.

Kunjungan ke Puri Saren Ubud.

Apresiasi Dekan FIB

Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. dalam kesempatannya menutup acara PIA batch ketiga tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi mahasiswa baik dari Asia Institute, University of Melbourne maupun mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, dan berharap program ini dapat terus berlanjut setiap tahun menyusul kunjungan ke University of Melbourne beberapa pekan lalu dalam rangka memperbaharui MOU ini.

Suasana kuliah ‘Media and Culture in Indonesia’ disampaikan Prof. Darma Putra.

Dosen pendamping dari University of Melbourne, Dr. Edwin Jurriens, menyampaikan rasa puasnya terhadap pelaksanaan program ini di FIB Unud.

“Mahasiswa kami senang sekali mendapat pelajaran dan pengalaman belajar di Bali. Para dosen pengajar dari FIB Unud juga bagus. Begitu juga mahasiswa FIB Unud yang bergabung dalam kuliah ini, mereka aktif berdiskusi,” Edwin, yang pernah meneliti masalah media massa era reformasi di Bali beberapa tahun lalu.

Kunjungan ke Kompas Dewata TV sebagai bagian pengayaan mata kuliah media.

Sudah Tiga Kali

Program yang dilaksanakan setiap tahun sejak tiga tahun terakhir ini mempertemukan mahasiswa Asia Institute, University of Melbourne dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Perkuliahan yang dilasanakan di FIB Unud diisi oleh dosen FIB dan dosen dari University of Melbourne.

Kunjungan ke redaksi Tribun Bali.

Di tahun yang ketiga ini, 14 mahasiswa yang didampingi oleh dosen University of Melbourne, Dr. Edwin Jurriens bergabung dengan 10 mahasiswa dari berbagai jurusan di Fakultas Ilmu Budaya dalam melaksanakan perkuliahan. Beberapa mata kuliah yang ditawarkan dalam kelas ini adalah Modern Indonesian History, National Identity, Democratic Reform, Urban Development and Lifestyle, Media and Culture, Digital Indonesia, Indonesian Literature, Gender and Sexuality, Indonesia Performing Arts, Law and Society, The Natural Environment and Disaster Relief, dan The Visual Arts.

Selain Dr. Edwin Jurriens, beberapa dosen Universitas Udayana ikut memimpin beberapa mata kuliah yang dimumpuni, antara lain Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A., Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Prof. I Made Suastra, Ph.D, Dr. I Wayan Resen, M.A., M.App.Ling., Dr. I Wayan Redig, Prof. Dr. I.B. Wyasa Putra, S.H., M.Hum, I Made Budi Arsika, S.H., LLM, dan Ni Gusti Dyah Satyawati, S.H., M.Kn., LLM.

Kunjungan ke studio seniman Made Bayak.

Kunjungan Lapangan

Di sela-sela perkuliahan, program yang diketuai oleh I Nyoman Tri Ediwan, S.S., M.Hum, dibantu oleh I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum, I Made Sena Darmasetityawan, S.S., M.Hum, dan I Wayan Karsana menyempatkan melakukan kegiatan ekskursi demi kesinambungan materi kuliah dan pengalaman nyata yang didapatkan oleh para peserta PIA.

Dekan FIB Prof. Sutji (tengah), dosen, dan pelaksana program berfoto bersama di Museum Puri Lukisan.

Ekskursi yang telah dilaksanakan adalah kunjungan keempat tempat, yaitu Kompas Media Group dan Bentara Budaya, Pura Taman Ayun dan Pura Tanah Lot, Studio Made Bayak, beserta Museum Puri Lukisan dan Puri Saren Ubud (I Made Sena Darmasetiyawan).