Tiga Mahasiswa Sastra Jepang FIB Unud Melanjutkan Studi Setahun di Jepang

Mahasiswa Jepang FIB Unud saat berpamitan pada Wakil Dekan I. Dari kanan ke kiri Wakil Dekan I Prof. I Nyoman Suparwa, Yumadia, Yuni, Yani, Citra, dan Kaprodi Sastra Jepang, Ni Luh Ari Sulatri, S.S.,M.Si.

Tiga mahasiswa dari Prodi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Udayana berpamitan kepada Dekan dan WD I untuk melanjutkan studi selama satu tahun di Jepang.

Tiga mahasiswa tersebut adalah Yumadia Utami (Ritsumeikan University), Komang Yuni Anggarawati (Shizuoka University), dan Made Yani Anggarawati (Kobe Women’s University). Ketiganya berangkat pada bulan September 2017 ini.

Dekan FIB Universitas Udayana, Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. meminta kepada ketiga mahasiswa untuk menggunakan kesempatan yang telah didapatkan sebaik-baiknya.

“Bahasa merupakan ilmu yang harus dipraktekkan, oleh sebab itu, kesempatan yang adik-adik dapatkan harus dimanfaatkan dengan baik. Pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan selama di Jepang hendaknya di share kepada kawan-kawan dan adik-adik kelas kalian,” saran Dekan Prof. Sutji.

Jaga Nama Baik Universitas

Wakil Dekan I FIB, Prof. Dr. I Nyoman Suparwa, M.Hum berpesan agar tiga mahasiswa tersebut selalu menjaga nama baik Universitas Udayana dan tetap giat mengukir prestasi selama menempuh pendidikan di Jepang.

Yumadia Utami dan Komang Yuni Anggarawati lulus dalam program yang dilaksanakan oleh MEXT (Ministry of Education, Culture, Sport, Science and Technology). Komang Yuni menjelaskan bahwa ia melewati beberapa tahapan sebelum dinyatakan lulus program tersebut.

“Untuk seleksi program MEXT atau Monbukagakusho dari pemerintah Jepang ini, saya dan Yumadia harus melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi berkas oleh kedutaan besar Jepang di Indonesia, seleksi ujian tertulis, seleksi wawancara, dan terakhir seleksi berkas langsung oleh MEXT, tahap terakhir MEXT akan merekomendasikan mahasiswa yang lolos kepada universitas pilihannya, dan jika Universias yang dituju menerima maka peserta akan dinyatakan lulus dan menerima beasiswa,” ujar Yuni.

Made Yani Anggarawati lolos program 1 tahun ke Kobe Women’s University yang selama ini telah menjalin kerjasama dengan Prodi Sastra Jepang, Universitas Udayana. Untuk proses seleksi sedikit berbeda, yaitu seleksi dilaksanakan di lingkungan prodi Sastra Jepang dengan syarat utama mahasiswa harus telah lulus JLPT Level N3.

Mahasiswa yang melamar akan melewati test wawancara dalam Bahasa Jepang, Inggris, dan Indonesia serta membuat karangan dalam Bahasa Jepang. Setelah satu kandidat terkuat didapatkan maka nama mahasiswa tersebut dikirim ke pihak Kobe Women’s University untuk direkomendasika pula kepada MEXT untuk penerima beasiswa.

Putu Citra Arisuta yang baru saja kembali setelah setahun menempuh pendidikan di Kobe Women’s University tanggal 24 Agustus 2017 memberikan kesannya selama menjalani kehidupan akademis di Negeri Sakura.

“Selama setahun belajar di Jepang, saya merasa senang sekali dan merasa sangat bersyukur karena dari awal sebelum berangkat sampai kembali ke Indonesia saya selalu mendapat support dari Jurusan khususnya dari Ibu Anita sebagai penanggung jawab pertukaran pelajar ke Kobe Women’s University,” ungkap Putu Citra.

Di Jepang mata dan telinga juga belajar secara langsung. Berkat beasiswa ini juga saya bersyukur dengan belajar satu tahun di Jepang saya juga berhasil meningkatkan level kemampuan Bahasa Jepang saya dan tentunya akan sangat memudahlan kedepannya untuk saya mencari pekerjaan nantinya,” ujar mahasiswi yang baru saja lulus UKBJ Level N2 ini.

Pesan Koordinator Prodi

Koordinator Prodi Sastra Jepang, Ni Luh Putu Ari Sulatri, S.S, M.Si. dan koordinator pertukaran pelajar Ni Made Andry Anita Dewi,S.S., M.Hum. berpesan kepada ketiga mahasiswa agar mempersiapkan diri dengan baik terutama masalah kondisi tubuh karena perbedaan iklim Bali dan Jepang. Yang terpenting adalah persiapkan berkas-berkas yang diperlukan.

“Jaga nama baik almamater. Selalu perhatikan etika dan jangan sampai lupa kuliah di Jepang sambil mengerjakan skripsi,” ujar Ari Sulatri (Ida Ayu Laksmita Sari).