Diikuti Dosen dan Mahasiswa Baru, Prodi Sastra Inggris FIB Gelar Acara Pengembangan Kepribadian

Dosen, mahasiswa, dan narasumber berfoto bersama dengan rasa penuh gembira usai acara pelatihan pengembangan kepribadian, Rabu, 30 Agustus 2017.

Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana telah menyelenggarakan acara Pelatihan Pengembangan Kepribadian yang diisi oleh nara sumber Paulus Suardi, S.S., M.Si., Rabu, 30 Agustus 2017. Acara yang dilaksanakan dari pukul 09.30 sampai 12.00 tersebut dihadiri oleh 195 peserta mahasiswa baru dan 20 dosen Sastra Inggris.

Beberapa hal yang ditekankan pada pelatihan ini adalah pembekalan mahasiswa baru dalam memasuki jenjang universitas untuk mengubah pemikiran ke arah positif, menyadari pentingnya pengetahuan untuk masa depan karir, perbaikan komunikasi, kedisiplinan, etika, dan pentingnya pakaian yang mengisyaratkan identitas.

Salah satu pesan dari Paul Suardi yang sangat berguna untuk peserta adalah pedoman ATM, yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi dalam menghadapi tantangan-tantangan masa depan. Sehari-hari, Paul Suardi adalah penyiar RRI Denpasar.

Narasumber Paul Suardi, sehari-hari bekerja sebagai penyiar RRI Denpasar.

Kepribadian Unggul

Sementara itu, dalam laporannya, ketua Panitia, Putu Ayu Asty Senja Pratiwi S.S., M.Hum., menekankan bahwa kepribadian mahasiswa saat ini tentu saja tidak sama dengan kepribadian mahasiswa sebelum-sebelumnya.

“Kepribadian yang menjadi ciri khas bagi mahasiswa Sastra Inggris tentu saja yang berhubungan dengan visi Universitas Udayana, yaitu unggul, mandiri, dan berbudaya,” ujar Senja Pratiwi, dosen yang sering tampil sebagai MC/pembaca acara.

Dosen di depan dan peserta memenuhi aula.

Pada akhirnya, kata Senja Pratiwi, hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah kondisi dimana kepribadian-kepribadian mahasiswa setidaknya mencirikan mereka sebagai dua bagian penting.

Pertama, kepribadian yang mencirikan sebagai bagian dari insan akademisi yang mempunyai kemampuan analisa dan pengetahuan berkaitan dengan bidang ilmu yang ditekuni. Kedua, kepribadian yang mencirikan karakter sosial lingkungan yang tentunya berhubungan dengan karakter masyarakat Bali.

Peserta pelatihan pengembangan kepribadian.

Acara berlangsung menarik, lancar, dan sangat berkesan bagi peserta (I Made Sena Darmasetiyawan/Ida Ayu Laksmita Sari).