Teliti Model Pembelajaran Bahasa Inggris Antarkan, Rai Jaya Widanta Raih Gelar Doktor Linguistik FIB Unud

Doktor baru Rai Jaya Widanta dengan promotornya Prof. I Made Budiarsa,M.A. (Foto-foto Gita)

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) melangsungkan ujian terbuka/promosi doktor di Gedung Dr. Ir Soekarno kampus setempat, Jumat, 25 Agustus 2017. Ujian terbuka ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Doktor Linguistik Prof. Dr. I Nengah Sudipa. M.A., sementara promovenda adalah mahasiswa Doktor Ilmu Linguistik, I Made Rai Jaya Widanta, S.S., M. Hum.

Promovendus Rai Jaya Widanta mempresentasikan hasil penelitian dengan meyakinkan. Rapat yudisium menyatakan bahwa I Made Rai Jaya Widanta, S.S., M. Hum., dinyatakan lulus dengan predikat Istimewa.

Tim Penguji terdiri dari Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A., Prof. Dr. Drs. I Wayan Simpen, M.Hum., Dr. I Made Netra, M.Hum., Prof. Drs. I Ketut Artawa, M.A., Ph.D, Prof. Dr. I Ketut Darmalaksana, M.Hum., Dr. Ni Made Dhanawaty, M.S., I Nyoman Suka Sanjaya, S.S., M.A., TESOL., Ph.D.

Prof. Nengah Sudipa (tengah), Kaprodi S-3 Linguistik, sebagai pemimpin sidang dan para penguji.

Model Pembelajaran Bahasa Inggris

Disertasi yang dipertahankan oleh I Made Rai Jaya Widanta, S.S., M. Hum., berjudul “Model Pembelajaran Bahasa Inggris Berpendekatan Pragmatik di Perguruan Tinggi Vokasi”.

Penelitian Widanta bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran bahasa Inggris berpendekatan pragmatik di perguruan tinggi  vokasi pariwisata. Secara khusus, penelitian ini difokuskan untuk mengkaji empat hal, yaitu (1) kondisi pembelajaran saat ini di PT vokasi; (2) pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris berpendekatan pragmatik untuk perguruan tinggi vokasi; (3) pengkuran kompetensi pragmatik partisipan penelitian setelah diberikan pembelajaran dengan model; dan (4) mengukur efektivitas model pembelajaran yang dikembangkan.

Model pembelajaran bahasa Inggris berpendekatan pragmatik ini dibuat untuk merespon kekurangan model pembelajaran bahasa Inggris sebelumnya. Modul pembelajaran ini memasukkan aspek-aspek sosiologi ke dalam materi ajar.

Model ini dilengkapi dengan modul ajar, sintak pembelajaran, rubrik penilaian serta instrumen penggali data dan pengukur kompetensi pragmatik menggunakan kartu oral role play.

Para undangan saat ujian/promosi doktor.

Berbasis Teori “Noticing Hypothesis”

Penelitian Widanta berbasis pada teori Noticing Hypothesis, aktivitas pedagogis yang menggunakan prosedur engage, enrich, dan encourage (melibatkan, mengayakan, mendorong) didukung dengan pendekatan implisit-eksplisit-implisit.

Kompetensi pragmatik partisipan penelitian meningkat secara signifikan setelah model pembelajaran ini diimplementasikan. Hal ini terbukti dari adanya peningkatan nilai T2 mereka serta kemampuan pragmalinguistik dan sosiopragmatik mereka dalam memproduksi ujaran request dan refusal yang jauh lebih bervariasi baik jumlah maupun pola ujaranya dan sesuai dengan pola SIRAT.

Ditemukannya formula-formula semantik baru seperti (1) Mitigation & Adjunct to Mitigation; (2) Recommendation; (3) Repeating Interlocutor’s statement; (4) Statement of convincing; (5) Cheering up interlocutor (being informative; being helpful); dan (6) Inderect perssuasive offer.

Model pembelajaran bahasa Inggris berpendekatan pragmatik ini terbukti efektif. Hal ini ditunjukkan oleh hasil analisis data dengan statistik deskriptif dan paired simple t-test. Model ini terbukti berhasil meningkatkan kompetensi pragmatik partisipan penelitian ((I Gede Gita Purnama Arsa Putra).