SEMINAR SERI SASTRA DAN BUDAYA Bahas Topik “Repatriasi, Hegemoni, dan Perspektif Politik Kebudayaan Bali”

Topik  “Repatriasi, Hegemoni, dan Perspektif Politik Kebudayaan Bali” akan dibahas dalam acara SEMINAR SERI SASTRA DAN BUDAYA Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud, Selasa, 22 Agustus 2017, berlangsung pk. 09.00-12.30, di Ruang Sidang Dr. Ir. Soekarno Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana, Jalan Nias 13, Sanglah, Denpasar. Seminar, terbuka Untuk Umum – Gratis – Tempat Terbatas.

Seminar SERI kali ini dilaksanakan secara bersama oleh FIB Unud, STIKOM Bali, dan Arsip Bali 1928.

Menurut salah satu panitia Seminar Seri, Prof. I Nyoman Darma Putra, seminar kali ini agak istimewa karena membahas topik hangat repatriasi atau pemulangan produk budaya Bali dari era kolonial serta dikaitkan dengan konteks UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan Indonesia.

Narasumber:

Dr. Edward Herbst (Ketua dan Peneliti Utama Bali 1928, City University of New York)

Wayan Juniartha (Jurnalis, The Jakarta Post)

Marlowe Bandem (Koordinator Arsip Bali 1928 STIKOM Bali)

Moderator: Ida Ayu Laksmita Sari, S.Hum., M.Hum.

Susunan Acara

08.45 – 09.00   Registrasi dan peserta dipersilahkan mengambil tempat

09.00 – 09.10   Pembukaan oleh MC/Moderator

09.10 – 09.30  Pengantar dan Pemaknaan tentang Repatriasi dan Pemajuan Kebudayaan oleh Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt.

09.30 – 10.15  Presentasi dan Sinema Bali 1928 oleh Marlowe Bandem dan Dr. Edward Herbst

10.15 – 11.30  Pemaparan oleh Narasumber Dr. Edward Herbst & Wayan Juniartha

11.30 – 12.30  Sesi Tanya Jawab

12.30               Penutup & Penyerahan Cinderamata kepada Universitas Udayana oleh Arsip Bali 1928

 Sekilas Arsip Bali 1928

Arsip Bali 1928 merupakan hasil pemugaran, penyebaran, dan pemulangan kembali warisan pusaka seni dan budaya Bali dari tahun 1930-an, termasuk puluhan rekaman komersial ‘long lost recordings’ piringan-piringan hitam karya label rekaman Jerman, Odeon & Beka yang dilakukan pertama kalinya di Bali pada tahun 1928-29, kemudian rekaman-rekaman film 16 mm yang dilakukan oleh peneliti-peneliti berpengaruh Colin McPhee, Miguel Covarrubias, dan Rolf de Maré, dan terakhir puluhan foto-foto tentang masa kesejarahan modern Bali pada masa tahun 1930-an oleh Colin McPhee, Walter Spies, Arthur Fleischmann, Jack Mershon dan lain-lain.

Pementasan Tari Janger.

Arsip Bali 1928 ini berangkat dari upaya Dr. Edward Herbst, yang dengan tekun selama bertahun-tahun mengumpulkan aneka piringan hitam pada masa Bali sekitar tahun 1928-29 – dikumpulkan dari berbagai pusat arsip di seluruh dunia. Kekayaan koleksi audio tersebut dipugar kembali kualitasnya oleh Allan Evans dari Arbiter of Cultural Traditions di New York, sedangkan cuplikan-cuplikan film disunting oleh tim STMIK STIKOM Bali. Hasil upaya yang gigih tersebut kemudian dihadirkan kembali oleh STMIK STIKOM Bali dalam lima volume CD dan DVD, juga disertai naskah-naskah hasil penelitian oleh Dr. Edward Herbst.

Film-film Bali

Adapun film-film ini tak hanya berkisah tentang panorama alam Bali di masa tahun 1930-an, namun juga mengungkap tokoh-tokoh dan sekaa-sekaa legendaris Bali termasuk Ida Boda, I Marya, I Sampih, I Gede Manik, Gong Jineng Dalem, Ida Pedanda Made Sidemen, I Gusti Ketut Kandel, I Made Sarin, Ni Nyoman Polok & Ni Luh Ciblun (Légong Kelandis), Gamelan Palégongan Kapal, Ni Gusti Made Rai & Ni Gusti Putu Adi (Légong Belaluan), I Wayan Lotring (Gamelan gendér wayang Kuta), dan lain-lain.

Cuplikan-cuplikan lain termasuk pementasan Barong Kebon Kuri, Gambang di Pura Kawaitan Kelaci, Légong Saba, Gamelan Gong Luang Singapadu, Baris Goak Jangkang, Nusa Penida, Jangér Kedaton, Gamelan Geguntangan Batuan, Barong Landung, Jangér dan lain lain.

Beberapa ritual penting seperti upacara Nangkluk Mrana, Pura Beda, Tabanan dengan Jogéd Bungbung Déwa, Méndet di Pura Dalem Sayan, Ubud, pelbagai upacara piodalan dan ngabén pun termasuk dalam pemutaran film ini.

Riset dan Penerbitan

Proyek penelitian dan penerbitan rekaman-rekaman bersejarah ini didukung sepenuhnya oleh Research Foundation di The City University of New York (CUNY) yang menerima hibah dari The Andrew W. Mellon Foundation dan melibatkan Dr. Edward Herbst sebagai koordinator proyek, etnomusikolog dan peneliti utama, Allan Evans dari Arbiter of Cultural Traditions di New York sebagai ahli pemugaran kualitas rekaman audio piringan hitam, serta Dr. I Made Bandem sebagai penasihat ahli.

Rekan penerbit di Indonesia adalah STMIK STIKOM BALI yang dipimpin Dr. Dadang Hermawan dengan koordinator proyek Marlowe Bandem, video editor Ridwan Rudianto, desainer grafis Jaya Pattra Ditya, serta Marlowe Bandem dan Wayan Juniartha sebagai penerjemah artikel ini ke dalam bahasa Indonesia (dar)