Perayaan Hari Suci Saraswati di FIB Unud Berlangsung Khusyuk

Cipratan air suci sesudah sembahyang bersama (Foto-foto Darma Putra).

Civitas akademika Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana merayakan Hari Suci Saraswati ditandai dengan piodalan di Padmasana kampus setempat, Sabtu, 19 Agustus 2017. Upacara piodalan dan persembahyangan bersama yang berlangsung khusyuk itu dituntun oleh Ida Pedanda Wayahan Bun, mantan dosen FIB Unud.

Acara diikuti sekitar 250 dosen, mahasiswa, dan pegawai. Perayaan Hari Saraswati merupakan hal yang senantiasa dilaksanakan FIB setiap enam bulan (kalender) Bali sekali. Perayaan hari suci Saraswati sudah dilaksanakan sejak lama karena di ada patung Saraswati cukup besar, agung, dan anggun di lobi kampus.

Dekan FIB Unud Prof. Dr. Sutjiati Beratha,M.A. menyampaikan rasa bangganya karena dalam setiap perayaan Hari Saraswati, partisipasi mahasiswa, dosen, dan pegawai selalu tinggi dan mengharukan hati.

Tari Rejang.

Lewat Grup WA ‘Semeton FIB’, Prof. Sutji menyampaikan rasa terima kasihnya kepada civitas FIB Unud.

“Semoga FIB selalu diberkati oleh Ida Bhatara Sang Hyang Aji Saraswati, diberikan Sinar Terang menuju ke arah lebih baik, lebih baik, dan sukses,” tulis Prof. Sutji dalam pesan pendeknya di WA Group.

Ungkapan perayaan hari Saraswati juga disampaikan oleh dosen yang bukan beragama non-Hindu, seperti Dr. Maria Matildis Banda. Dosen Prodi Sastra Indonesia yang berasal dari Flores ini menyampaikan ucapan selamat hari raya dengan tidak lupa menghubungkan perayaan ini dengan kesucian ilmu pengetahuan.

“Salam Saraswati…ilmu pengetahuan yang suci dan mulia bersinar dan memberi cahaya sepanjang jalan…,” tulis dosen FIB pemeluk Katolik itu.

Tari Baris Tombak.

Tarian dan Persembahyangan

Rangkaian piodalan Hari Saraswati diawali dengan pementasan tari-tarian yang tergolong sakral yaitu Tari Baris, Tari Rejang, dan Topeng. Semua penari berasal dari civitas akademika Unud dan juga alumni.

Tarian diiringi gamelan sekaa gong FIB, yang para penabuhnya terdiri dari mahasiswa, dosen, dan pegawai.

Pementasan tari topeng.

Sementara itu, Sekaa Shanti Sastra Komala FIB Unud mengiringi dengan tembang dan kidung suci. Dalam barisan penembang sastra agama itu ada Prof. Nengah Sudipa, Dr. Ketut Jirnaya, Drs. Nengah Sukartha,S.U., Dr. Nyoman Sukarta, Drs. I Gde Budiasa, M.A., dan banyak lagi.

Lomba-Lomba

Sehari menjelang perayaan Saraswati, civitas mengadakan kegiatan menghias dan perlombaan. Penghiasan dilaksanakan dengan memasang penjor. Mahasiswa juga aktif dalam perlombaan membuat rangkaian buah untuk sesajen atau gebogan.

Suasana lomba membuat gebogan.

Gebogan itu langsung dipersembahkan dalam kegiatan upacara. Selama lomba dan kegiatan menghias, civitas akademika FIB bekerja sama dalam kreativitas dan suasana harmonis.

Suasana perayaan sudah mulai terasa ketika kegiatan bersama menghias dan lomba. Sebetulnya, dalam kegiatan persiapan itu, proses persembahan sudah dimulai.

Di ujung rangkaian acara, civitas mendapat santap siang berupa nasi yasa. Mereka menikmati hidangan sederhana penuh makna itu di kampus secara kekeluargaan (dar).