Saat Pembukaan Matrikulasi, Dekan FIB Dorong Mahasiswa Baru Magister dan Doktor untuk Tamat Tepat Waktu

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud Prof. Dr. Luh Sutjiati Beratha,M.A. memberikan sambutan pada pembukaan matrikulasi, Jumat, 18 Agustus 2017 (Foto-foto Ida Ayu Laksmita Sari).

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud Prof. Dr. Luh Sutjiati Beratha,M.A. mendorong mahasiswa baru jenjang magister dan doktor untuk bisa menyelesaikan studinya tepat waktu.

Motivasi itu disampaikan Dekan FIB Unud dalam sambutannya pada acara pembukaan matrikulasi prodi magister dan doktor Linguistik dan Kajian Budaya di kampus setempat, Jumat, 18 Agustus 2017.

Kegiatan pembukaan matrikulasi dilaksanakan secara sekaligus untuk Prodi Magister dan Doktor Kajian Budaya dan Ilmu Linguistik. Jumlah keseluruhan peserta adalah 105 orang.

Menurut Ketua Panitia Prof. Dr. I Ketut Ardhana, M.Phil., mahasiswa baru ini berasal dari berasal dari berbagai daerah di Indonesia, menggambarkan suatu kebhinekaan dunia akademik.

Prof. Ardhana menyampaikan bahwa mahasiswa dari berbagai daerah ini merupakan potensi yang bagus untuk meningkatkan mutu pendidikan pascasarjana di FIB Unud.

“Mari bersama-sama kita tingkatkan mutu pendidikan di FIB dan Unud untuk mendukung program Unud menjadi world class university,” ujar Kaprodi S-3 Kajian Budaya itu.

Dekan Unud Prof. Dr. Luh Sutjiati Beratha,M.A.

Beberapa Motivasi

Ketika memotivasi mahasiswa agar tamat tepat waktu, Prof. Sutji mengingatkan bahwa target itu harus sesuai dengan mutu bukan sekadar tamat dan tidak membayar SPP.

“Pastikan belajar dengan baik sehingga tahap kuliah dan ujian mengantarkan Anda tamat dua tahun untuk jenjang magister, atau sedikit di atas tiga tahun untuk jenjang doktor,” ujar Dekan FIB Unud itu.

Dosen dan peserta matrikulasi saat pembukaan.

Selain memotivasi tamat cepat waktu, Dekan Prof. Sutji juga memberikan dorong kepada mahasiswa baru untuk selalu mandiri secara akademik, sadar akan peningkatan kompetensi, menjunjung etika akademik dan harmonis dalam tukar argumentasi.

Sebagai mahasiswa jenjang pascasarjana, menurut Prof. Sutji, mahasiswa harus membangun kemandirian akademik yang ditunjukkan dengan kesiapan mencari literatur dan menangani tugas-tugas sesuai waktu.

“Sekarang berbagai fasilitas tersedia seperti sarana internet untuk mencari literatur di e-library. Mahasiswa S-2 dan S-3 harus sudah tahu mencari sumber pengetahuan,” ujarnya.

Para dosen dan mahasiswa saat pembukaan matrikulasi.

Untuk peningkatan kompetensi diri, Prof. Sutji, menyarankan kepada mahasiswa bahwa dalam proses belajar mereka mereka harus sadar untuk selalu meningkatkan kompetensi.

“Jangan sampai belajar di sini dua-empat tahun, setelah tamat tidak ada tambahan pengetahuan atau kompetensi. Jangan seperti itu,” sarannya.

Prof. Sutji juga menyampaikan bahwa mahasiswa level pascasarjana agar aktif dan kritis dalam menyampaikan pendapat atau argumen namun tetap menghargai pendapatan orang lain.

“Berdebat boleh, harmoni harus dijunjung tinggi,” ujar Dekan FIB Unud yang langsung memberikan materi matrikulasi di hari pertama.

Dari kiri ke kanan: Kaprodi S-2 Linguistik Prof. Ida Bagus Putra Yadnya, Wakil Dekan I Prof. I Nyoman Suparwa, dan Kaprodi S-3 Linguistik Prof. I Nengah Sudipa.

Dua Minggu

Matrikulasi berlangsung dua minggu diisi dengan kuliah-kuliah umum yang relevan kepada mahasiswa dari dosen-dosen FIB Unud.

Selain kuliah umum dari Dekan FIB dan topik regulasi dan etika dari ketua dan sekretaris prodi, kegiatan amtrikulasi dibedakan berdasarkan program studi magister dan doktor.

Kegiatan matrikulasi dijadwalkan berakhir 31 Agustus 2017 (Ida Ayu Laksmita Sari).