Civitas Akademika Fakultas Ilmu Budaya Unud Gelar Pengabdian pada Masyarakat di Ungasan

Dosen FIB Unud Drs. I Gde Nala Antara, M.Hum dan Dr. I Wayan Suardiana dalam acara pengabdian di Ungasan.

Dosen FIB Unud Drs. I Gde Nala Antara, M.Hum dan Dr. I Wayan Suardiana dalam acara pengabdian di Ungasan.

Dalam rangka mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi, FIB Unud melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Acara pengabdian kali ini dilaksanakan serangkaian dengan Hari Ulang Tahun ke-58 dan Badan Kekeluargaan ke-35 Fakultas Ilmu Budaya dan dilaksanakan oleh civitas akademika FIB, dosen, pegawai, dan mahasiswa.

Program pengabdian ini berlangsung selama satu hari, pada hari Sabtu, 24 September 2016. Acara pembukaan dilaksanakan di Wantilan Dirga Labha Desa Ungasan dan dibuka secara resmi oleh Dekan FIB, Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. Turut hadir dalam acara pembukaan di antaranya, Bapak I Made Kari, S.H. selaku Perbekel Desa Ungasan, Ketua LPM, Ketua BPD, Kelian Dinas, Jero Bendesa Adat Ungasan, Ketua dan anggota Karang Taruna Eka Karsa, dan kelian Sekaa Teruna se-Desa Ungasan.

Peserta pengabdian pada masyarakat di Ungasan.

Pembukaan acara pengabdian pada masyarakat di Ungasan.

Enam Kelompok

Menurut ketua pelaksana, Dr. I Made Rajeg, program pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 176 orang peserta yang terbagi dalam enam kelompok.

Kelompok pelatihan bahasa Indonesia untuk surat-menyurat resmi dipandu oleh Dr. Ni Made Dhanawaty, M.S dkk. dan diikuti oleh para kelian dinas dan seluruh pegawai kantor perbekel desa Ungasan.

Kelompok pelatihan magegitan dipandu oleh Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum dkk. dan diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 1 Ungasan;

Kelompok pelatihan bahasa Bali dipandu oleh Drs I Gede Nala, M.Hum, Dr. I Wayan Suardiana, M.Hum, dkk. dan diikuti oleh para Kelian Banjar Adat dan kelian Sekaa Teruna se-Desa Ungasan;

Kelompok pelatihan bahasa Inggris pariwisata I Komang Sumaryana, S.S., M.Hum. dkk. dan diikuti oleh siswa-siswi SMPN 2 Kuta Selatan;

Kelompok pelatihan bahasa Jepang pariwisata dipandu oleh Ni Made Wiriani, S.S, M.Hum dkk. dan diikuti oleh siswa-siswi SMPN 2 Kuta Selatan; dan

Kelompok Penyuluhan kesadaran Budaya menapilkan nara sumber Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A yang diikuti oleh Ketua LPM, ketua BPD, dan anggota Karang Taruna Desa Ungasan.

Antusiasme peserta pelatihan dan penyuluhan terlihat jelas dari partisipasi aktif para peserta, baik dalam menerima penjelasan, pelatihan, maupun dalam aktifitas bertanya-jawab. Karena itu, kedua belah pihak, Civitas akademika FIB dan masyarakat desa Ungasan melalui Perbekelnya berharap bahwa kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara berkala. (GD Oeinada)